← Kembali ke artikel
Tour

Full Trip DESA WISATA BUMI LEBU : Sehari Menjelajah Alam, Belajar Budaya, dan Menikmati Kehidupan Desa

Tim KRUI.CO11 September 2026
Full Trip DESA WISATA BUMI LEBU : Sehari Menjelajah Alam, Belajar Budaya, dan Menikmati Kehidupan Desa

Bagaimana jika dalam satu perjalanan, kita bisa masuk ke hutan damar, belajar dari masyarakat lokal, menyusuri sungai dengan cara tradisional, bermain river tubing, mencicipi makanan khas desa, belajar tari dan musik tradisional, mencoba membuat tapis dan anyaman rotan, lalu menutup hari dengan makan malam sambil menikmati pertunjukan budaya?

Semua pengalaman itu bisa Anda temukan dalam satu perjalanan di Desa Wisata Bumi Lebu, Pesisir Barat, Lampung.

Bumi Lebu menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar pemandangan. Di sini, wisatawan diajak untuk mengalami langsung kehidupan desa, bertemu masyarakat, mengenal kekayaan alam, dan merasakan budaya yang masih hidup hingga saat ini. Inilah pengalaman Full Trip Desa Wisata Bumi Lebu, sebuah perjalanan dari alam hingga budaya yang akan membuat satu hari terasa begitu penuh cerita.

Pagi Hari: Memulai Petualangan dari Hutan Damar

Perjalanan dimulai ketika pagi masih terasa segar. Alih-alih langsung menuju tempat wisata yang ramai, perjalanan membawa kita lebih dekat dengan alam dan kehidupan masyarakat melalui ekowisata damar. Damar merupakan salah satu bagian penting dari kehidupan masyarakat lokal. Di kawasan ini, wisatawan tidak hanya diajak melihat pepohonan damar dari kejauhan, tetapi juga mengenal bagaimana masyarakat memanfaatkan hasil hutan tersebut.

Pengalaman menjadi semakin menarik karena wisatawan dapat mencoba langsung proses mengunduh getah damar dan memilah hasil damar. Bagi sebagian orang, aktivitas ini mungkin terlihat sederhana. Namun ketika dilakukan langsung, kita akan menyadari bahwa di balik setiap hasil hutan terdapat pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di sinilah perjalanan mulai terasa berbeda. Kita tidak sekadar menjadi wisatawan yang melihat alam, tetapi menjadi tamu yang diajak memahami bagaimana masyarakat hidup berdampingan dengan alam. Hutan bukan hanya pemandangan. Hutan adalah bagian dari kehidupan.

Dari Hutan Menuju Sungai: Saatnya Menaklukkan Way Tenumbang

Setelah puas mengenal ekowisata damar, perjalanan berlanjut menuju salah satu pengalaman yang paling ditunggu: eksplorasi Way Tenumbang.

Suasana berubah. Dari pepohonan dan kawasan hutan, kini kita berada di sekitar aliran sungai yang menawarkan pengalaman petualangan yang berbeda. Bagi Anda yang menyukai tantangan, river tubing siap membuat perjalanan semakin seru. Bayangkan tubuh mengikuti arus sungai, melewati aliran air yang menyegarkan sambil menikmati hijaunya alam di sekeliling. Tawa, cipratan air, dan rasa penasaran bercampur menjadi satu.

Namun bagi yang ingin menikmati sungai dengan lebih santai, tersedia pengalaman susur sungai menggunakan perahu tradisional. Dengan perahu tradisional, perjalanan menjadi lebih tenang. Kita dapat menikmati lanskap sekitar, mendengarkan suara alam, dan melihat sungai dari perspektif yang berbeda. Dua pengalaman ini menawarkan karakter yang berbeda, tetapi sama-sama menghadirkan satu hal: sensasi menjelajahi alam Bumi Lebu dari dekat.

Saat Perut Mulai Keroncongan, Saatnya Menikmati Makan Siang Lokal

Petualangan tentu akan terasa kurang lengkap tanpa makanan. Setelah bermain air dan menjelajahi Way Tenumbang, waktunya berhenti sejenak untuk menikmati makan siang. Bukan sekadar makan untuk mengisi energi, makan siang dalam perjalanan ini menjadi bagian dari pengalaman mengenal kehidupan masyarakat setempat.

Duduk bersama, menikmati hidangan lokal, berbincang dengan masyarakat, dan merasakan suasana desa membuat waktu makan menjadi lebih berkesan. Ada sesuatu yang berbeda ketika makanan disantap di tempat asalnya. Bukan hanya rasa makanannya yang kita nikmati, tetapi juga suasana, keramahan, dan cerita di balik makanan tersebut.Setelah makan, wisatawan memiliki waktu untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Sore Hari: Saatnya Mengenal Budaya Bumi Lebu

Jika pagi hingga siang kita diajak dekat dengan alam, sore hari menjadi waktu untuk mengenal kekayaan budaya masyarakat Bumi Lebu.

Namun sekali lagi, wisatawan tidak hanya menjadi penonton. Dalam sesi wisata budaya, Anda justru diajak ikut belajar dan mencoba. Ada kesempatan untuk belajar tari tradisional, mengenal dan mencoba musik tradisional, serta mempelajari keterampilan kerajinan seperti tapis dan anyaman rotan. Bayangkan Anda yang sebelumnya hanya pernah melihat tari tradisional dari pertunjukan, kini mencoba mengikuti gerakannya sendiri. Atau yang selama ini hanya mengenal tapis sebagai kain tradisional, kini bisa melihat lebih dekat bagaimana keterampilan tersebut dibuat.

Begitu pula dengan anyaman rotan. Di balik sebuah karya kerajinan terdapat ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan pengetahuan yang tidak bisa diperoleh hanya dengan melihat hasil akhirnya. Pengalaman ini membuat kita memahami bahwa budaya bukan sekadar sesuatu yang dipajang di museum. Budaya adalah sesuatu yang bisa dipelajari, dimainkan, dibuat, dan diwariskan.

Malam Hari: Menutup Perjalanan dengan Cultural Dinner Show

Hari mulai gelap. Namun perjalanan di Bumi Lebu belum berakhir. Justru malam menjadi salah satu bagian yang paling istimewa.

Wisatawan akan diajak menikmati Cultural Dinner Show, sebuah pengalaman makan malam yang memadukan kuliner tradisional dengan pertunjukan seni dan budaya. Bayangkan sebuah malam yang hangat. Hidangan tradisional tersaji di meja. Di sekitar kita terdengar musik tradisional. Kemudian para penampil mulai memasuki area pertunjukan. Gerakan tari, irama musik, dan suasana kebersamaan membuat makan malam terasa berbeda.

Anda bukan hanya menikmati makanan, tetapi juga menikmati sebuah pertunjukan yang membawa cerita tentang identitas dan kehidupan masyarakat. Pertunjukan kemudian semakin meriah dengan hadirnya Hadrah, menghadirkan nuansa religi dan kebersamaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Inilah momen ketika seluruh pengalaman selama satu hari seakan bertemu dalam satu tempat: alam, masyarakat, makanan, seni, dan budaya.

Satu Hari yang Penuh Cerita

Full Trip Desa Wisata Bumi Lebu bukan sekadar paket perjalanan dari satu aktivitas ke aktivitas berikutnya. Ini adalah perjalanan yang dirancang untuk membuat wisatawan lebih dekat dengan desa.

Pagi hari, kita belajar tentang hutan damar. Siang hari, kita menantang arus Way Tenumbang. Kemudian menikmati makanan lokal dan beristirahat. Sore hari, kita belajar tari, musik, tapis, dan anyaman rotan. Dan malam harinya, perjalanan ditutup dengan makan malam tradisional serta pertunjukan tari, musik, dan Hadrah.Dalam satu hari, kita mendapatkan begitu banyak pengalaman.

Tetapi yang paling penting, kita membawa pulang sesuatu yang tidak bisa dibeli: cerita. Cerita tentang masyarakat yang menjaga alam. Cerita tentang tradisi yang terus diwariskan. Cerita tentang sungai, hutan, makanan, seni, dan keramahan masyarakat Bumi Lebu.

Bumi Lebu, Ketika Wisata Menjadi Sebuah Pengalaman

Ada banyak tempat yang indah untuk dikunjungi. Namun tidak semua tempat mampu membuat kita merasa menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya. Bumi Lebu menawarkan pengalaman yang berbeda. Di sini, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat. Wisatawan diajak ikut merasakan.

Mengunduh damar.

Menyusuri sungai.

Bermain river tubing.

Menyantap makanan lokal.

Menari.

Bermain musik.

Belajar membuat tapis.

Mencoba menganyam rotan.

Kemudian duduk bersama menikmati pertunjukan budaya di malam hari.

Semua pengalaman itu menjadi satu perjalanan yang mempertemukan wisatawan dengan alam, budaya, dan masyarakat lokal. Karena pada akhirnya, perjalanan terbaik bukanlah perjalanan yang hanya membuat kita memiliki banyak foto. Tetapi perjalanan yang membuat kita memiliki banyak cerita untuk dibawa pulang.

VIDEO FULL TRIP DISINI

#trip#paket#wisata#budaya#alam#desa wisata#bumi lebu
Full Trip DESA WISATA BUMI LEBU : Sehari Menjelajah Alam, Belajar Budaya, dan Menikmati Kehidupan Desa — KRUI.CO — KRUI.CO